Kurikulum Merdeka menjadi inovasi pendidikan terbaru di Indonesia yang menekankan pada penguatan karakter dan kemandirian siswa, selaras dengan tantangan abad ke 21. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi Etnopedagogi dalam Kurikulum Merdeka untuk memperkuat Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5RA) di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Latar belakang penelitian adalah pentingnya Etnopedagogi-pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar dalam membentuk karakter bangsa dan mendukung penguatan P5RA yang menekankan moderasi, toleransi, dan kemanfaatan bagi masyarakat multikultural. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan studi multi-situs di MI Munir Ismail Gondanglegi dan MI Unggulan Sabilillah Lamongan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik perbandingan konstan antar-situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan P5RA diwujudkan melalui Proyek Berbasis Budaya dan Komunitas (P5RA). MI Munir Ismail fokus pada tema "Bhinneka Tunggal Ika" melalui kegiatan Pawai Budaya dan Pementasan Tari Daerah. Sementara MI Unggulan Sabilillah menerapkan tema "UMKM" dan "Hidup Berkelanjutan". Etnopedagogi berfungsi sebagai sumber dan media pembelajaran yang efektif, terutama dalam kegiatan intrakurikuler, sesuai prinsip Kurikulum Terintegrasi dan Teori Konstruktivisme, menjadikan nilai-nilai Rahmatan Lil Alamin lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. Pembentukan disiplin juga diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler wajib.
Sholeh et al. (Wed,) studied this question.