Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi rendahnya pemanfaatan teknologi informasi di tingkat desa, khususnya dalam penyebaran informasi potensi dan keunggulan lokal. Desa Ngadireso di Kecamatan Poncukusumo Malang memiliki berbagai potensi unggulan seperti hasil pertanian, wisata alam, dan produk UMKM, namun belum terpublikasi secara optimal karena keterbatasan pengelolaan website desa. Urgensi kegiatan ini terletak pada pentingnya website sebagai sarana promosi, transparansi, dan media komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat serta pihak eksternal. Model pengabdian yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Asset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada penggalian dan pemanfaatan aset serta potensi yang sudah dimiliki masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi aset digital dan sumber daya manusia, pelatihan pengelolaan konten dan desain website, pendampingan teknis pembaruan informasi, serta evaluasi keberlanjutan pengelolaan website. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan aparatur desa dalam mengelola konten digital, dengan capaian 80% peserta mampu memperbarui informasi dan menampilkan potensi desa secara mandiri di website resmi. Selain itu, jumlah pengunjung website meningkat pasca pendampingan, menandakan peningkatan visibilitas potensi Desa Ngadireso di ruang digital. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan digital bagi desa lain dengan menumbuhkan kemandirian informasi dan memperkuat citra positif desa. Dalam jangka panjang, optimalisasi website diharapkan dapat mendorong promosi ekonomi lokal, memperluas jejaring kemitraan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa berbasis teknologi informasi.
Marno et al. (Mon,) studied this question.