Program pengabdian masyarakat UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah 2025 dengan judul "TPQ Ramah Anak, Guru Peduli Anak Terlindungi; Penguatan Kapasitas Guru TPQ Melalui Psikoedukasi Pencegahan Perundungan Anak Di Malang" telah sukses dilaksanakan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru TPQ dalam membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan bagi anak. Pendekatan utama menggunakan Participatory Action Research (PAR) melibatkan tahapan need assessment, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Para guru TPQ tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga turut merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi praktik ramah anak di lembaganya masing-masing. Modul pelatihan mencakup konsep TPQ ramah anak, identifikasi bullying, dan strategi pencegahan berbasis SEL dan self-compassion. Sebanyak 30 guru dari 5 TPQ berpartisipasi aktif dalam 6 sesi pelatihan interaktif, konsep TPQ ramah anak, pembelajaran sosial-emosional (Social Emotional Learning), self-compassion untuk guru dan santri, serta penyusunan action plan keberlanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kesadaran guru sebesar 85% (pre-post test), dan terciptanya lingkungan belajar inklusif dan penuh kasih di TPQ binaan. Pendekatan PAR terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran reflektif, memperkuat empati guru, dan membangun budaya pendidikan Islam yang ramah anak, berkeadilan, dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat keagamaan mampu memperkuat peran guru sebagai agen perlindungan anak di lembaga pendidikan nonformal berbasis Islam.
Machmudah et al. (Wed,) studied this question.