PulseExploreJournal ClubDebatesTrendingResearchersJournals
Instagram
HomeExploreJournal ClubTrending
Synapse
⌘+K
Synapse
March 3, 20260 citations

Intensi Pasien dalam Memanfaatkan Telefarmasi untuk Mendapatkan Pelayanan Kefarmasian di Apotek

IWIka Mulyono Putri WibowoFKFranciscus Cahyo KristiantoSSShafania Indah Bintan Suryani

Key Points

  • Respondents displayed a high intention score of 4.4 out of 5 for utilizing telepharmacy services, indicating positive acceptance.
  • Attitude showed the strongest correlation with intention among patients, with a statistical significance of p < 0.05.
  • The survey incorporated the Theory of Reasoned Action, focusing on attitude, subjective norms, and volitional control factors.
  • Specific demographic data revealed an average age of respondents at 27.02 years, contributing to the insights on telepharmacy usage.

Abstract

Latar belakang: Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, saat ini, masyarakat dapat menikmati pelayanan kefarmasian tanpa harus meninggalkan rumah. Telefarmasi hadir sebagai media yang memberikan kemudahan untuk berkonsultasi dengan apoteker dan mencari informasi obat secara online. Di Indoneisa, telefarmasi telah mengalami banyak perkembangan dengan menjamurnya aplikasi layanan telefarmasi. Meskipun demikian, intensi masyarakat dalam menggunakan layanan ini belum banyak diteliti. Tujuan: untuk memberikan gambaran intensi masyarakat dan faktor yang berhubungan dengan intensi dalam memanfaatkan telefarmasi di Surabaya Timur. Metode: Penelitian ini merupakan survei dengan menggunakan kuesioner. Konstruk kuesioner disusun berdasarkan Theory of reasoned Action (TRA) yang terdiri dari 4 (empat) domain: attitude, subjective norms, volitional control, dan intensi. Sampel penelitian didapatkan menggunakan purposive sampling pada masyarakat yang membeli obat di apotek di Surabaya Timur. Hasil: Sejumlah 139 responden terlibat dalam penelitian ini dengan usia rata-rata 27,02+8,03 tahun. Intensi responden dari penelitian ini menunjukkan intensi yang baik dalam memanfaatkan layanan telefarmasi yang disediakan apoteker, skor rata-rata 4,4+0,7 dari 5,0. Intensi yang baik ini didukung oleh attitude responden (4,3+0,6 dari 5,0), subjective norms (4,04+0,69 dari 5,0), dan volitional control (4,48+0,61 dari 5,0). Uji Spearman menunjukkan attitude, norma subyektif, dan volitional control berhubungan signifikan dengan intensi pasien (p < 0,05). Attitude merupakan faktor yang berhubungan paling kuat dengan intensi pasien dibandingkan kedua faktor lain (r=0,534). Kesimpulan: Pasien di apotek Surabaya Timur memiliki intensi yang baik terhadap penggunaan telefarmasi dengan sikap sebagai faktor yang paling kuat berhubungan dengan intensi.

Ask AI
Helpful
Bookmark
Share

Cite This Study

Wibowo et al. (2025) studied this question.

synapsesocial.com/papers/69a75b98c6e9836116a232c3
Ask AI
Helpful
Bookmark
Share