PulseExploreJournal ClubDebatesTrendingResearchersJournals
Instagram
HomeExploreJournal ClubTrending
Synapse
⌘+K
Synapse
January 20, 20260 citationsOpen Access

The Silent Shift: Ketika Algoritma Database Lebih Berkuasa daripada Surat Edaran Rektor

View Full Paper
RRRizky Rinaldi

Key Points

  • The aim is to analyze the shift of administrative authority from formal management to algorithmic governance in Islamic higher education institutions.
  • Conducted critical reflection on institutional practices at Islamic Private Higher Education Institutions in Indonesia.
  • Examined the role of database validations in academic grading and operations.
  • Analyzed the implications for institutional sovereignty and leadership competency.
  • Found that algorithmic rules now hold more authority than traditional institutional decisions.
  • Identified a significant gap between educational leadership and technical implementation.
  • Highlighted the need for greater digital literacy among educational leaders.

Abstract

Makalah ini mengkaji fenomena mendasar namun sering terabaikan dalam manajemen pendidikan tinggi Islam: pergeseran bertahap otoritas administratif formal oleh tata kelola algoritmik yang tertanam dalam sistem informasi. Sementara pimpinan institusi terus menerbitkan kebijakan dan surat edaran administratif, otoritas operasional aktual semakin banyak berada dalam aturan validasi, batasan database, dan logika sistem yang diprogram ke dalam perangkat lunak manajemen kampus. Menggunakan refleksi kritis atas praktik kelembagaan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Indonesia, studi ini berargumen bahwa sistem informasi manajemen telah berevolusi dari sekadar alat administratif menjadi mekanisme tata kelola de facto yang menggantikan otoritas hierarkis tradisional. Ketika persyaratan sistem mengamanatkan bahwa dosen tidak dapat memasukkan nilai tanpa menyelesaikan dokumentasi beban kerja (BKD), algoritma menjadi lebih otoritatif daripada keputusan rektor mana pun. Pergeseran senyap ini menimbulkan pertanyaan kritis tentang kedaulatan institusional, kesenjangan kompetensi antara kepemimpinan pendidikan dan implementasi teknis, serta kebutuhan untuk mengkonseptualisasi ulang manajemen pendidikan di era di mana “kode adalah hukum.” Makalah ini diakhiri dengan menyerukan literasi digital yang lebih besar di kalangan pemimpin pendidikan dan pendekatan yang lebih sadar dalam mendelegasikan otoritas institusional kepada sistem algoritmik.

Ask AI
Helpful
Bookmark
Share
View Full Paper

Cite This Study

Rizky Rinaldi (2026) studied this question.

synapsesocial.com/papers/696f1a239e64f732b51ee766https://doi.org/10.5281/zenodo.18280034
Ask AI
Helpful
Bookmark
Share
View Full Paper