Bahasa Indonesia, yang berasal dari Bahasa Melayu, terus mengalami perkembangan secara pesat. Salah satunya terlihat dari jumlah kosakata Bahasa Indonesia yang terus bertambah, dari 23.000 kata pada tahun 1953 berkembang menjadi 91.000 kata pada tahun 2015, dan menjadi 120.465 kata pada tahun 2023. Saat ini aplikasi Pasti (Padanan Istilah) memuat 169.059 istilah dari 48 ranah. Namun, jumlah kosakata tersebut masih terlalu sedikit jika dibandingkan dengan kosakata Bahasa Inggris, yang mencapai lebih dari 1 juta kata. Oleh karena itu, kosakata bahasa Indonesia masihperlu terus dikembangkan melalui penyerapan kosakata dari bahasa daerah dan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kosakata Bahasa Indonesia agar pengguna Bahasa Indonesia lebih mudah dalam mengungkapkan gagasan yang ingin disampaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah 1) menggali kosakata bahasa daerah yang ada di Indonesia dan 2) mengakronimkan kata. Berdasarkan kajian, diperoleh hasil bahwa terdapat kata asing dengan padanan yang tidak efisien, kata baru yang perlu diciptakan, kata ganti empunya yang perlu diciptakan, dan frasa yang dapat dijadikan kata. Berdasarkan hasil kajian tersebut, dikembangkan 40 neologisme, yaitu: blero, solet, belat, bukel, modulel, tacap, tavis, tadik, barmas, parmas, rancikom, pilkirting, pilkirren, ka, da, madang, madlam, ceriyat, kabis, bukabis, bilat, bili, bicah, bijil, binap, bipos, bineg, bikha, bikhanol, bikhalog, bisikba, silmaan, mangun, gakima, gasima, dikel, sebel, sikba, natur, dan konni. Kata kunci: kosakata, neologisme, sinonim
Building similarity graph...
Analyzing shared references across papers
Loading...
Riyanto Riyanto
Building similarity graph...
Analyzing shared references across papers
Loading...
Riyanto Riyanto (Wed,) studied this question.