Peningkatan volume sampah di Indonesia memunculkan tantangan lingkungan, khususnya residu abu insinerator yang mengandung logam berat dan berpotensi mencemari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan abu insinerator yang dikombinasikan dengan kotoran kijang sebagai media tanam alternatif bagi tanaman hias sirih belanda (Epipremnum aureum). Empat perlakuan komposisi media tanam diuji: tanah murni, campuran abu dan kotoran dalam rasio berbeda, dan diamati selama delapan minggu terhadap parameter panjang tanaman, luas daun, dan berat tanaman. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tanpa campuran abu menghasilkan pertumbuhan terbaik, sementara peningkatan proporsi abu justru menurunkan performa pertumbuhan tanaman. Hal ini diduga disebabkan oleh kandungan logam berat dalam abu yang menghambat metabolisme dan serapan nutrisi tanaman. Meskipun tanaman tetap hidup di semua perlakuan, efektivitas campuran abu dan kotoran kijang sebagai media tanam terbukti terbatas, sehingga penggunaannya perlu dibatasi dan tidak disarankan untuk tanaman konsumsi. Potensi pemanfaatan abu lebih tepat diarahkan pada sektor non-pertanian yang tidak bersentuhan langsung dengan makhluk hidup.
Building similarity graph...
Analyzing shared references across papers
Loading...
Moch Zainuri
Yanatra Budi Pramana
Arif yachya
Building similarity graph...
Analyzing shared references across papers
Loading...
Zainuri et al. (Sat,) studied this question.