Strukturalisme pada mulanya berkembang pesat di Prancis, tetapi strukturalisme belum dikenal di Indonesia; bahkan pada awal 1990-an, strukturalisme Lévi-Strauss tidak bergema di kalangan ilmuwan sosial budaya Indonesia. Pada tahun 1966 penerbitan buku The Architecture of the City yang ditulis oleh Aldo Rossi memberikan masukan tentang penelitian arsitektur dan perkotaan berdasarkan strukturalisme; Buku ini mengajarkan Tipomorfologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana strukturalisme digunakan sebagai metode pendekatan dalam penelitian perencanaan kota. Ada dua metode penelitian yang digunakan, yang pertama adalah metode literature review untuk mendapatkan pemahaman strukturalisme dan penggunaan strukturalisme di lapangan dalam konteks perencanaan kota yaitu pendekatan tipomorfologi. Setelah pemahaman tersebut, dilanjutkan dengan metode penelitian kedua yaitu metode studi kasus, yaitu menjelaskan penggunaan metode strukturalisme dalam studi kasus di Kota Semarang. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang strukturalisme, dan pemahaman tentang penggunaan strukturalisme dalam lingkup arsitektur, khususnya dalam penelitian tata kota. Di era arsitektur digital saat ini, hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang peran penting strukturalisme dalam memberikan kontribusi terhadap fakta segala aspek yang membentuk kota; dan ini menjadi dasar penelitian pembangunan perkotaan dengan menggunakan teknologi arsitektur digital.
Building similarity graph...
Analyzing shared references across papers
Loading...
Albertus Sidharta, Muljadinata,
Building similarity graph...
Analyzing shared references across papers
Loading...
Albertus Sidharta, Muljadinata, (Wed,) studied this question.